Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Desember 2024

Mengenal Sahabat Nabi Muhammad SAW : Ummu Aiman (Pengasuh Nabi Muhammad SAW)

 


Kali ini, saya akan membagikan catatan saya tentang sahabiyah (sahabat perempuan) Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan Ummu Aiman. Beliau adalah salah satu dari sahabat nabi yang merupakan Pengasuh Nabi Muhammad SAW, hingga Rasulullah SAW menganggap beliau sebagai ibu kedua.



Profil Ummu Aiman :

Ummu Aiman memiliki nama asli Barakah binti Tsa’labah bin Amr bin Hashan bin Malik bin Salamah bin Amr bin Nu’man. Beliau merupakan sosok perempuan berkulit hitam dan berasal dari negeri Habasyah.

Ummu Aiman merupakan hamba sahaya yang tidak berasal dari keluarga terkemuka. Meski beliau adalah seorang hamba sahaya. Rasullullah SAW mengganggap Ummu Aiman sebagai Ibu keduanya setelah Aminah binti Wahab. 

Disebutkan dalam sebuah hadis bahwa Rasul bersabda:   أم أيمن أمي بعد أمي   

Artinya, "Ummu Aiman adalah ibuku setelah (wafatnya) ibuku" (HR. Ibnu Asakir dan Ibn Atsir).

***


Kenapa dikenal dengan sebutan Ummu Aiman?

Ummu Aiman dikenal sebagai Ummu Aiman karena beliau adalah Ibu dari Aiman bin Ubaid. 

Ummu Aiman menikah dengan Ubaid bin Zaid Al Khazraji, kemudian dikaruniai seorang anak bernama Aiman bin Ubaid. 

Setelah suami Ummu Aiman meninggalRasulullah bersabda dalam hadits mursal riwayat Ibn Sa'd dari Sufyan bin Uqbah: 

  من سره أن يتزوج امرأة من أهل الجنة فليتزوج أم أيمن بركة   

Artinya, "Siapa pun yang gembira menikah dengan perempuan penduduk surga, maka menikahlah dengan Ummu Aiman, Barakah."

Akhirnya Ummu Aiman menikah dengan Zaid bin Haritsah dan dikaruniai anak bernama Usamah bin Zaid.

Kedua putra Ummu Aiman adalah anak yang shaleh dan hebat. 

Putra pertamanya Aiman bin Ubaid meninggal syahid dalam perang Hunain. sedangkan Putra keduanya Usamah bin Zaid merupakan panglima termuda. Usamah bin Zaid pernah menjadi panglima perang saat usianya masih 18 tahun. 

Menjadikan Usamah bin Zaid sebagai panglima perang diusia muda tentu membawa keraguan pada sahabat sahabat nabi yang lainnya, tapi dalam The Great Episodes of Muhammad Saw (Said Ramadhan al-Buthy, 2017) : Rasulullah berkata "Jika kalian meremehkan kepemimpinan Usamah bin Zaid, berarti kalian juga meremehkan kepemimpinan ayahnya sebelumnya. Demi Allah, jiwa kepemimpinan telah terpatri dalam dirinya. Demi Allah, dia orang yang paling aku cintai. Demi Allah, Usamah diciptakan untuk menjadi pemimpin,"

***

Bagaimana Ummu Aiman bisa menjadi Pengasuh Nabi Muhammad SAW?

Ummu Aiman sudah mengenal Nabi Muhammad SAW sejak nabi masih kecil. Ummu Aiman menemani Aminah  (Ibu Nabi Muhammad) dan Nabi Muhammad (saat kecil) berangkat ke Madinah untuk mengunjungi bani Najjar yang merupakan keluarga dari Abdul Muthalib. 

Saat perjalanan tersebut, Aminah sakit dalam perjalanan dan meninggal dunia di Abwa. Saat itulah Nabi Muhammad resmi menjadi yatim piatu. Ditengah duka kehilangan ibundanya, Ummu Aiman tetap setia menemani Rasulullah. 

Sepeninggal Aminah, Rasulullah berada di bawah pengasuhan kakeknya, Abdul Muthalib. Beliau sangat mencintai cucunya, dan Ummu Aiman tetap setia mengasuh Rasulullah sejak Aminah meninggal dunia.

Kehidupan Rasulullah Saw. dan Ummu Aiman terkadang juga diselingi gurauan. 

Dalam hadits riwayat Ibnu Abi Dunya diceritakan bahwa Ummu Aiman datang kepada Rasulullah Saw, lalu terjadi dialog berikut:

   فَقَالَتْ إِنَّ زَوْجِي يَدْعُوكَ قَالَ وَمَنْ هُوَ أَهُوَ الَّذِي بِعَيْنِهِ بياض قالت والله ما بعينه بياض فقال بَلَى إِنَّ بِعَيْنِهِ بَيَاضًا فَقَالَتْ لَا وَاللَّهِ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أحد إلا وبعينه بياض   

Artinya: "Ummu Aiman berkata, sesungguhnya suami saya mengundang Anda. Rasulullah pun menjawab, siapa dia? apakah orang yang di matanya ada putih-putihnya?' Ummu Aiman menjawab, Demi Allah, di matanya tidak ada putih-putihnya. Rasul berkata lagi, Iya, sungguh di matanya ada putih-putihnya. Ummu Aiman menimpali, tidak ada, Demi Allah. Kemudian Rasulullah bersabda, tidak ada seorang pun kecuali di matanya ada putih-putihnya.”

***

Kenapa Ummu Aiman menjadi tauladan kita ?

Ummu Aiman adalah sosok wanita yang sabar dan penuh kasih sayang, beliau telah mengasuh Nabi Muhammad SAW. Beliau juga merupakan sosok ibu yang baik untuk kedua anaknya.

Ummu Aiman selain menjadi seorang ibu dan istri yang baik untuk keluarganya, beliau juga merupakan seorang perempuan yang pemberani.

Ummu Aiman senang berjihad bersama Rasulullah SAW. 
Dalam perang Uhud, Ummu Aiman bersama barisan para wanita pemberani ikut serta membatu mengobati orang orang yang terluka dan memberi minum para mujahidin yang membutuhkan air minum (kehausan).
Di Perang Khaibar, Ummu Aiman bersama 20 orang wanita turun ke medan perang bersama pasukan muslimin dan Rasulullah.

Selain pemberani dan penuh kasih sayang. Ummu Aiman adalah seorang wanita yang sangat sabar dan ikhlas. 
Saat perang Mu'tah beliau tidak ikut dalam peperangan. Namun saat perang itu berakhir beliau mendapat kabar bahwa suaminya (Zaid bin Haritsah ra) wafat sebagai syuhada. Mendengar kabar tersebut Ummu Aiman menerima dengan lapang dada, sabar dan mengharap kebaikan dari Allah

Tak berhenti sampai disitu, kehilangan suami tak lantas  membuat Ummu Aiman berhenti membuktikan sabar dan ikhlasnya. Saat Perang Hunain berakhir, beliau menerima kabar duka tentang putra pertamanya yakni Aiman juga meninggal sebagai syuhada. Mendengar hal tersebut, Ummu Aiman tetap bersabar dan mengharap pahala dari Allah SWT. 

Seorang perempuan yang kehilangan anak dan suaminya tetap sabar dan mengharap pahala dari Allah SWT. Ia adalah Ummu Aiman.

Ummu Aiman diberikan umur panjang oleh Allah SWT. Beliau masih hidup saat Rasulullah telah tiada. 

Dalam riwayat dari Anas radhiyallahu anhu berkata
"Abu Bakar ra berkata kepada Umar ra, setelah wafatnya Rasulullah SAW mari kita pergi mengunjungi Ummu Aiman sebgaiman Rasul mengunjungi beliau semasa hidupnya"

Lalu mereka menemuinya dan melihat beliau menangis. 

Mereka bertanya "Apa yang membuat mu menangis? Apa yang disisi Allah lebih baik bagi Rasul-Nya"

Kemudian Ummu Aiman berkata "Aku bukan menangisi beliau karena aku tidak tahu apa yang disisi Allah itu lebih baik baginya shallallahu alaihi wa sallam. 

Akan tetapi aku menangisi beliau, karena wahyu telah terputus dari langit" 

kemudian mereka pun ikut menangis (Ath Thabaqatul Kubra, 2:332-333)

Ummu Aiman menangis karena dengan perginya Rasul maka Al Quran sudah lengkap dan tiada lagi wahyu turun dari Allah pada umat manusia. 

Dijaman Nabi seseorang bisa mengemukakan sebuah perkara untuk meminta solusi atau penyelesaian berdasarkan ridho Allah SWT. namun setelah Rasulullah meninggal maka tugas kita sebagai umat muslim adalah memahami, mengkaji wahyu yang sudah ada. (melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya)

Berdasarkan beberapa sumber, Ummu Aiman ra wafat setelah lima / enam bulan sejak Rasulullah SAW meninggal. (HR Muslim no 2454) 



Wallahu a‘lam.

Semoga rangkuman ini bermanfaat. aamiin. 


Referensi :

Sumber: 

https://islam.nu.or.id/sirah-nabawiyah/ummu-aiman-ibu-kedua-rasulullah-mKF5n

https://islam.nu.or.id/sirah-nabawiyah/ummu-aiman-pengasuh-nabi-yang-dijamin-masuk-surga-GPfKI

https://muslimah.or.id/4799-ummu-aiman-radhiyallahu-anha.html

Kamis, 09 Februari 2017

Walt Aleas Disney



           Walter Aleas Disney atau lebih dikenal dengan sebutan Walt Disney lahir pada tanggal 5 Desember 1901 di Chicago, Amerika Serikat. Walt Disney adalah tokoh
legenda abad ke-20 an di bidang hiburan. Sesosok tokoh yang mampu menunjukan kepada dunia bahwa segala impian dapat diraih dengan kerja keras, optimisme, kreativitas, imajinasi dan kenyakinan.
Berawal dari profesi animator beliau masuk ke industri hiburan. Melalui karya karyanya yang inovatif dan spectacular, beliau mampu menyakinkan dunia akan keberadaannya. Seiring popularitasnya yang kian menanjak, kekreatifitasan dan imajinasinya yang luar biasa mampu membawa namanya lebih melambung sebagai seorang sutradara, produser film, hingga yang paling menakjubkan adalah sebagai seorang pendiri The Walt Disney Production (bersama adiknya Roy O. Disney) yang kini di kenal sebagai The Walt Disney Company. Sebuah perusahaan hiburan tersohor di seluruh  dunia yang hingga kini masih mampu berdiri dengan kokoh, dan mampu mendapatkan pemasukan 35 miliyar per tahun.
            Awal Sebuah Perjalanan Hidup
Pada tahun 1901, Walt Disney dilahirkan di sebuah keluarga kecil sederhana yang berdomisili di Chicago, Amerika Serikat. Ibunya bernama Flora Call seorang wanita Jerman. Sedangkan ayahnya adalah seorang petani bernama Elias Disney yang merupakan keturunan Irlandia.
Pada tahun 1907, saat Walt berusia empat tahun. Elias dan keluarganya pindah ke sebuah peternakan di Marceline, Missouri. Disanalah Keluarga Walt Disney bekerja dengan menggarap lahan pertanian dari tanah yang telah dibeli Elias. Walt Disney sangat menikmati keadaan disana. Setiap hari, beliau membantu ayahnya bercocok tanam. Salah satu hal yang membuat beliau nyaman adalah pemandangan di lahan pertanian yang sangat menyatu dengan berbagai hewan lucu, seperti bebek dan anjing yang setiap saat selalu menemaninya bercocok tanam. Disamping itu, ada pula tikus-tikus yang sering kali membuatnya jengkel karena menyerang pertaniannya. Ketiga hewan inilah yang selalu melekat dalam benaknya yang kemudian memberikan pengaruh yang luar biasa dalam karirnya.
Pada tahun 1911, Walt Disney bersama keluarganya pindah ke Kansas City. Disana, Walt dan adiknya Ruth bersekolah di Benton Grammar School. Disana Walt Disney bertemu dengan Walter Pfeiffer, seorang teman yang memperkenalkan dunia vaudeville dan dunia film pada Walt. Sejak itulah, Walt lebih sering menghabiskan banyak waktu dengan keluarga Pfeiffer dibanding keluarganya sendiri demi mengembangkan minat barunya terhadap dunia vaudeville dan dunia film. Selain dengan mengunjungi keluarga Pfeiffer, beliau juga mencoba mengembangkan minat nya itu dengan mengikuti kursus hari Sabtu di Kansas City Art Institute.
Beberapa tahun kemudian, Elias merasa bisnis pertaniannya tidak lagi menjanjikan. Ia sering sekali mengalami gagal panen, dan keadaan ini membuatnya harus banting setir untuk menekuni dunia baru. Alhasil pada tahun 1917, Elias membeli saham di sebuah pabrik jelly ‘O-Zell’ di Chicago. Elias merubah pabrik itu menjadi sebuah pabrik koran, dan membawa keluarga kecilnya termasuk Walt Disney kembali ke Chicago. Demi menghemat pengeluaran pabrik koran barunya tersebut, Elias mempekerjakan anak-anaknya, Walt Disney dan Roy Disney untuk menjadi pegawai tetapnya. Setiap hari, keduanya harus bangun pukul 3 dini hari demi menunggu truk pengangkut barang datang. Sesaat setelah truk datang, mereka diharuskan mengangkat barang barang yang beratnya tak sebanding dengan barat badan mereka. Disamping kegiatan berat yang harus dilaluinya di sebuah pabrik koran ayahnya, Walt Disney tidak lupa mengembangkan minatnya yang terpendam dalam dunia seni. Beliau mengembangkannya melalui kursus malam di Chicago Art Institute dan belajar aktif di Mc.Kinley High School. Kala itu, Beliau adalah seorang kartunis muda yang diakui di sekolahnya, beliau selalu mengisi kolom koran harian sekolah dengan karya kartun berbau patriotiknya yang berfokus pada Perang Dunia 1.
Pada saat Walt Disney berusia 16 tahun, beliau mengakhiri tahap belajar formalnya di sekolah. Alhasil, Beliau hanya mengerjakan tugas utamanya membantu ayahnya di pabrik koran. Setiap hari, beliau mengantarkan koran korannya untuk para pelanggan. Menyusuri lika liku jalanan mewah dengan perumahan megah yang berjejeran, memandang banyak kaum berada yang menikmati pagi tenangnya dengan secangkir teh hangat atau sekedar bermain dengan peliharaan mewahnya. Seringkali Walt berfikir, apakah untuk hidup di dunia ini orang harus bekerja mati matian sebagai budak dengan upah yang hanya bisa sekedar untuk mengisi perut? tidakjah ada jalan lain untuk hidup? Kemudian setelah itu terlintas pula sebuah pemikiran “Mengapa mereka bisa hidup mewah, sementara dirinya hidup serba kekurangan”
Atas dasar pemikiran itulah, Walt Disney memutuskan untuk bergabung dengan Angkatan bersenjata AS di usia 16 tahun. Namun rencana tidak pernah sepenuhnya lancar seperti apa yang diharapkan. Beliau harus merelakan satu usaha kecilnya itu pupus karena usianya yang terlalu muda. Ditolak di angkatan bersenjata AS, ternyata tidak mampu menghancurkan tekad bulatnya dalam memperbaiki hidup. Beliau bergabung di Palang Merah dan diterima disana. Di sana, beliau dikirim ke perancis selam setahun sebagai sopir ambulans.
Tidak lama kemudian, Walt kembali ke daerah asalnya. Kesulitan yang selama ini membelenggunya membuat beliau melahirkan pelajaran kedua dalam hidupnya, yaitu “Kehidupan itu adalah suatu pilihan, apakah kita mau hidup kaya atau miskin, tergantung sepenuhnya atas keputusan dan tindakan kita saat ini” atas dasar pemikiran itulah, Walt Disney mecoba kembali mewujudkan usaha kecilnya masuk ke angkatan bersenjata, karena menurutnya pekerjaan tentara bisa memberi kekayaan yang lebih dibanding sebagai seorang pengantar koran yang bekerja dengan gratis. Di sela sela pekerjaannya sebagai angkatan bersenjata, walt menggunakan waktu luangnya untuk menggambar. Rupanya, bakat walt dalam menggambar ini dalam sekejap mampu menyihir teman-temannya dalam buaian perasaan bahagia melalui karya karya yang tercipta dari tangan kasar tersebut. Karena kekaguman akan bakat walt yang luar biasa itulah, banyak teman-teman di dinas angakatan bersenjata memintanya untuk membuat karakter wajahnya dalam sebuah karya yang menakjubkan.
Setelah Perang Dunia I usai, Walt keluar dari angkatan bersenjata. Pada saat itulah, kehidupan sulit mulai kembali di hidup walt Disney. Sulitnya mencari pekerjaan pada masa itu menjadi salah satu faktor terkuat penghias masa suram dalam kehidupan Walt Disney saat itu. Kembali ke kedua orang tuanya adalah hal yang paling menjadi gangguan dalam pikirnya. Beliau merasa malu jika beliau harus kembali ke kedua orang tuanya yang masih dalam keadaan kekurangan, apalagi beliau sempat menyombongkan dirinya pada keluarganya karena ia mendapat pekerjaan sebagai seorang tentara yang merupakan pekerjaan orang kaya. Karena kegensi an itulah, akhirnya walt tidak memiliki uang ataupun barang sedikitpun, bahkan untuk tidurpun ia harus menumpang pada sebuah bengkel kecil dengan kasur berupa bangku usang berdebu. Lebih parah lagi, sekali dalam seminggu ia harus pergi mengendap-endap ke stasiun kota di malam hari hanya untuk menghilangkan bau keringat yang melekat pada tubuhnya. Walt menyadari bahwa hal ini tidak mungkin membawanya ke hal yang baik jika dibiarkan terus menerus.
Beliau kembali mengingat impiannya di masa lalu, beliau ingin menjadi kaya dan bukan menjadi seorang gelandangan seperti sekarang. Tapi apa daya, dalam keadaan sekarang, tanpa modal, tanpa kenalan, dan tanpa pekerjaan apalah yang bisa beliau lakukan. Dalam keadaan parah inilah, Walt akhirnya merumuskan prinsip hidupnya yang ketiga, yaitu “Tidak peduli seberapa parah keadaan kita saat ini, namun keadaan pasti akan berubah lebih baik apabila kita masih memiliki satu hal : Harapan“  Sejak saat itulah, beliau berusaha bangkit walau dengan terseok seok. Dari prinsipnya itu, beliau menyadari satu hal yang masih dimilikinya dan menjadi satu satu nya harapan yang ada adalah bakat menggambarnya. Namun beliau berfikir bagaimana caranya agar bakat yang dimiliknya tersebut mampu menghasilkan banyak uang untuk dirinya? Setelah sekiat lama memutar otaknya, Beliau menemukan sebuah ide cemerlang. Hollywood adalah ide yang terlintas di pikirannya. Yah, Walt memutuskan untuk mengadu nasib di Hollywood, sebuah tempat yang sangat cocok untuk bakat seni dan kegemaran dalam dirinya. namun untuk kesana diperlukan cukup banyak modal. Akhirnya demi sebuah mimpi, beliau rela menekan dengan kuat gensi dan apapun yang disebut dengan malu itu untuk meminjam uang pada kakaknya Ray. Seusai mendapat modal, datanglah Walt Disney ke sebuah dunia hiburan dengan lahan khusus berlabel HollywoodSetibanya disana, ternyata Walt harus menyadari bahwa Beliau adalah satu dari sekian ribu orang yang berharap bisa menjadi sebuah bintang yang bersinar di kancah hiburan, dan dari sini lah tahap meraih mimpi yang sesungguhnya dimulai.
Awal sebuah keberhasilan
Juli, 1923, Walt secara resmi sampai dan mulai masuk dalam dunia Hollywood. Sesampainya di sana, ternyata masuk dan berkiprah dalam dunia hiburan Hollywood bukanlah hal yang mudah. Walt Disney memulai perjuangannya di kacah hiburan hollywood dengan masuk satu persatu ke studio studio di sana. Menawarkan diri untuk bekerja di profesi apapun asalkan berhubungan dengan dunia perfilman. Namun ternyata segala sesuatunya tidak semudah dan semulus pemikiran Walt. Ini terbukti dengan tak ada satupun tawarannya yang diterima oleh satu studio sekalipun. Bahkan untuk pekerjaan yang paling rendah sekalipun.
Tetapi hal seperti itu, sama sekali tidak menjadikan alasan patahnya semangat Walt Disney. Beliau berfikir. Jika ada orang yang berhasil kenapa saya tidak? Di matanya hanya ada dua macam orang : Mereka yang merasa kalah dan kemudian terlantar bila mereka tidak menemukan pekerjaan, serta mereka yang mampu mencari penghasilan dengan cara apapun dalam masa sulit. Dari dua macam orang tersebut. Walt Disney adalah type orang yang selalu bekerja keras dan masuk dalam type golongan ke dua.
Walt sesaat berfikir kenapa semua orang disana tak mau menerimanya dan ketika itulah beliau menyadari bahwa orang-orang di studio itu menolak dirinya karena beliau tak memiliki keahlian khusus yang mampu memikat hati mereka. Dari situlah beliau belajar lebih keras untuk mengembangkan bakatnya, beliau membeli beberapa kertas kosong dan mulai menggambar. Satu, dua, tiga hingga beberapa karya muncul. Setelah yakin atas karya yang di buatnya, beliau kembali mendatangi satu persatu studio yang ada di Hollywood. Namun kali ini berbeda dari sebelumnya. Sebelumnya beliau tak membawa bukti akan bakat terpendamnya, namun kini ia membawa karya-karya yang menjadi andalannya.
Ternyata trick membawa karya adalah satu hal yang tebukti jitu untuk mendapatkan pekerjaan di Hollywood. Karena ada satu studio yang tertarik dengan karya Walt yang menggambarkan bakat Walt Disney yang luar biasa. Alhasil, studio itu segera memesan satu cerita “Alice in Wonderland” dalam bentuk film kartun bergerak dengan harga awal US$1.500. Mendapat tawaran tersebut membuat Walt Disney terkejut, ternyata upahnya jauh lebih tinggi dari harapannya yang menginginkan US$ 50 sebulan. Tanpa pikir panjang, Walt Disney menyetujui kontrak tersebut.Walt Disney bekerja dengan keras dalam proyek ini, karena pada saat itulah kesempatan besar memupuk kepercayaan dan tangga menuju kesuksesan yang selanjutnya dimulai.
Rangkaian seri Alice in Wonderland akhirnya selesai. Karya tersebut sukses luar biasa di Amerika. Ini dibuktikan dengan diputarnya Alice in Wonderland selama tiga tahun berurut turut. Dengan hasil dari film inilah, Walt mulai bisa memperbaiki hidupnya. Membeli rumah, membuat studio sendiri dan memperbaiki kehidupan pribadinya, yakni membentuk keluarga bersama Lilian Bounds.
Keberhasilan ini, membuat Walt Disney termotivasi untuk menciptakan sesuatu yang baru dan benar-benar orisinil. Maka muncullah serangkaian memory indah di masa sulitnya terdahulu, bebek dan anjing peneman aktivitas cocok tanamnya, hingga tikus lucu yang sering mengganggunya. Dari situlah, Walt Disney membuat karakter lucu, sebuah makhluk kecil cerdik yang dikenal dengan nama Mickey Mouse sebuah nama yang diberikan oleh istrinya Lilian Bounds. Sesaat setelah mickey mouse meluncur di dunia hiburan. Dengan sekejap karakter ini menjadi bintang tenar di seluruh penjuru dunia, dan bahkan lebih terkenal dibanding bintang bintang Hollywood yang tanpan ataupun cantik nan mempesona. Walaupun tidak dipungkiri bahwa pada mulanya para produser menyambut kedatangan Mickey mouse ini dengan kurang bersemangat.
Perubahan dalam dunia hiburan kartun
Lahirnya Mickey mouse, Donald bebek dan Pluto pada masa itu adalah hal yang cukup menggemparkan. Pada awalnya ketiga karakter ini masuk dalam seri kartun bisu atau tanpa suara dubbing. Karena itulah Disney bereaksi untuk memberikan sedikit perubahan yang meningkatkan kualitas dunia hiburan kartun. Beliau bersama kelompok pembantunya, memperkenalkan sebuah metode baru untuk mensikronkan suara dan animasi. Beliau terus mencari teknik teknik baru untuk menyempurnakan karyanya. Beliau akhirnya menerapkan proses teknikolor yang baru. Dengan teknik baru ini, beliau tidak perlu lagi menggunakan kombinasi 2 warna. Namun beliau menggunakan 46 rona warna. Kartun berwarna yang pertama di rilis di dunia adalah Silly Sumphony yang merupakan hasil kerja keras Walt Disney bersama tim nya, dan kartun ini mampu memberikan kegembiraan dihati penggemar kartun.
Walt Disney semakin menyadari bahwa bidang ini adalah bidang yang paling cocok untuk dirinya. akhirnya ia memutuskan untuk terus melakukan yang terbaik demi terwujudnya karya yang lebih sempurna. Alhasil, beliau mengembangkan karya nya dalam skala yang lebih besar. Beliau membangun suatu kelompok berotak cerdas yang dapat membantunya dalam menciptakan dan menawarkan produk produk layak tonton dan bermutu, yang kemudian beliau latih sendiri.
Disney merasa bahwa para kartunis yang bekerja padanya terlalu sering menggunakan cara-cara tipu daya kuno. Beliau tahu bahwa satu-satunya cara mengubah keadaan ini adalah dengan mengadakan kursus-kursus latihan bagi mereka. Tujuannya sederhana: memperbaiki mutu lukisan dan teknik animasi. Ketika perusahaannya terus bertambah besar, beliau memutuskan untuk mendirikan sekolah sendiri pada tahun 1930. Tempat dimana beliau akan mengajarkan segala teknik animasi kartun kepada calon-calon kartunis. Ketika sekolah itu dibuka untuk pertama kalinya. Sekolah tersebut segera dipenuh dengan kerumunan orang banyak. Tentu saja, banyak sekali orang yang ingin membuat tokoh kartun yang lebih realistic seperti yang dilakukan Walt Disney. Karena respon penduduk yang begitu antusias. Walt Disney akhirnya mengubah ruang kelasnya menjadi laboratorium biologi yang menunjukan kehidupan nyata dengan berbagai binatang yang dapat diamati oleh para siswa dalam aneka perilaku, entah itu tidur, terjaga, makan, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan  produk yang bermutu dan lebih realistic.
Pada tahun 1938, Disney memperkenalkan film animasi panjang tajuk karangannya yang pertama, Snow white. Untuk membuat film ini beliau membutuhkan waktu dua tahun penuh. Film tersebut merupakan salah satu karya besarnya. Tidak lama sesudah itu, beliau membangun studio film modern di Burbank, California. Di tempat itu beliau mempekerjakan 1.500 orang..
Setahap demi tahap, beliau bergerak menjadi apa yang diinginkannya dahulu. Dari hidup beliau, beliau berani berkata “Saya hanya bekerja dengan baik dan jika ada hambatan saya harus atasi dengan baik pula. Saya khawatir akan segala sesuatu yang berjalan dengan terlalu baik, karena saya takut akan perubahan mendadak dalam situasi yang terjadi dalam hidup saya”
 Setelah Perang Duinia II, Ray dan Walt Disney menerima beberapa kontrak dari ketentaraan untuk membuat film dokumenter dan poster perang. Begitu perang selesai, bisnis makin sibuk bagi Disney Studios, dan Walt semakin mencurahkan perhatiannya pada keahlian seninya. beliau sering bekerja hingga larut malam. Bahkan, beliau sering membongkar-bongkar keranjang sampah kertasnya untuk melihat isinya. Pada keesokan harinya beliau akan menyuruh aistennya untuk meneliti apa yang ditemukannya; katanya, potongan-potongan kertas ini sering kali mengandung gagasan besar. Pada masa itulah Walt Disney menciptakan banyak film besar, antara lain Cinderella, Peter Pan dan Bambi.
Karya-Karya Walt Disney                   
Sejak Walt Disney masuk dalam dunia hiburan yang lebih luas, beliau banyak menciptakan berbagai karya spectacular diantaranya adalah :
1.      Snow White and the Seven Dwarfs, 1937.
2.       Pinocchio, 1940.
3.       Fantasia, 1940.
4.       Dumbo, 1941.
5.       Bambi, 1942.
6.       Saludos Amigos, 1943.
7.       The Three Caballeros, 1945.
8.       Make Mine Music, 1946.
9.       Fun and Fancy Free, 1947.
10.   Melody Time, 1948.
11.   The Adventures of Icabod and Mr. Toad, 1949.
12.   Cinderella, 1950.
13.   Alice In Wonderland, 1951.
14.   Peter Pan, 1953.
15.   Lady And The Tramp, 1955.
16.   Sleeping Beauty, 1959.
17.  101 Dalmations, 1961.
18.  The Sword And The Stone, 1963.
19.  The Jungle Book, 1967.
20.  The Aristocats, 1970.
21.  Robin Hood, 1973.
22.  The Many Adventures Of Winnie The Pooh, 1977.
23.  The Rescuers, 1977.
24.  The Fox And The Hound, 1981.
25.  The Black Cauldron, 1985.
26.  The Great Mouse Detective, 1986.
27.  Oliver & Company, 1988.
28.   The Little Mermaid, 1989.
Setelah karyanya The little Mermaid tahun 1989 inilah, Walt Disney mulai mengubah teknik menggambar dan melukis dengan tangan menjadi teknik computerized system atau CAPS, sebuah teknik yang dikembangkan dengan alat bantu komputer. Karya yang berhasil di buat adalah :
1.      The Rescuers Down Under, 1990.
2.      Beauty And The Beast, 1991.
3.      Aladdin, 1992.
4.      The Lion King, 1994.
5.      Pocahontas, 1995.
6.      The Hunchback Of Notre Dame, 1996.
7.      Hercules, 1997.
8.      Mulan, 1998.
9.      Tarzan, 1999. (Released June 18th, 1999)
Lahirnya Disneyland
Pada tahun 1950-an, impian fantasmagorik Walt Disney-Disneyland mulai berkembang. Saat itu, semua temannya terutama bankir-bankirnya, menyatakan bahwa proyek yang akan di buat oleh Walt Disney adalah proyek yang gila dan benar benar gila. Sekali lagi, Disney menekankan pada mereka bahwa mimpi dapat diwujudkan dengan kerja keras untuk kemudian di ciptakan dalam sebuah kenyataan yang indah.
Yah, Proyek besar yang gila tersebut adalah ide Walt Disney untuk menciptakan Disneyland. Sebuah ide yang muncul ketika beliau berjalan-jalan di taman dengan kedua putrinya, Sharon dan Diana. Beliau membayangkan sebuah taman wisata sangat luas tempat anak-anak dapat bertemu dengan tokoh kartun yang mereka sayangi. Sejak saat itulah Walt Disney akhirnya memutuskan untuk mewujudkan proyek besar tersebut, tidak ada seorang pun atau apa pun dapat mengubah keputusannya, walau banyak diantara teman-temannya mengatakan hal tersebut adalah hal yang mustahil dan beresiko.
Namun tak ada yang mustahil, sama seperti perkataan Walt Disney dalam sebuah media surat kabar “Kebahagiaan akan timbul dalam diri kita, apa bila kita melakukan sesuatu yang benar benar kita sukai”. Beliau membuktikan itu semua. Tahun 1955 Disneyland terbentuk di Anaheim, California. Hari itu adalah hari besar bagi Walt Disney. Saat pembukaan Disneyland beliau berkata “Kesuksesan dimulai ketika kita mulai menciptakan impian jauh kedepan dan saat kita berkomitmen untuk mencapai impian itu, maka selanjutnya impian  itu akan menjadi magnet yang menarik kita kesana dan mewujudkannya dalam kenyataan”
Buah manis kerja keras Walt Disney
Tahun 1985, Disneyland menunjukkan eksistensinya dengan kedatangan pengunjung ke-250 juta. Suatu prestasi yang luar biasa berkat kegigihan walt Disney bersama pendukung pendukung yang selalu setia mendukungnya. Bahakan pada tahun itu, pendapatan Disney mencapai 50 milyar US per tahun, diluar pendapatan wara laba barang barang menchandize berlabel Disney dan cabang Disneyland negara lain seperti cabang Disneyland Paris & cabang Disneyland Tokyo. Lewat karya karya spectacularnya Walt Disney mampu menyabet 900 penghargaan, 32 Oscar, 5 gelar Doctor HC, dan 5 Emmy Award serta tercatat seagai salah satu orang terkaya di dunia.
Sungguh prestasi yang jauh lebih besar dari harapan kecil seorang Walt Disney
Selamat Jalan Walter Elias Disney
Sejak tahun 1955, Walt Disney mengabdikan dirinya dengan segenap jiwa dan raganya di Disneyland demi kebahagiaan para pengunjungnya. Beliau terus memperbaiki dan memaksimalkan kemampuannya hingga tahun 1966 perjalanan beliau harus terhenti.
15 Desember 1966 saat beliau berusia 65 tahun. beliau harus kembali kepada-Nya dengan tersenyum. Beliau kembali dengan rasa sayang dari banyak orang yang mendukung dan berterimakasih akan karya-karya yang membawa perubahan dalam dunia hiburan yang lebih positif. Tahun itulah Disneyland kehilangan seorang pendiri yang paling besar dan paling disegani di sana. Bapak motivator yang penuh dengan optimisme, seseorang yang patut menjadi contoh tauladan. Seseorang yang memberikan banyak pelajaran bagi setiap insan di dunia. Seberat apapun hidup, separah apapun kondisi sutu makhluk, bangkit dan teruslah berdiri dan melangkah maju, karena segalanya adalah mungkin selama ada ada tekat,harapan dan kerja keras. Terimakasih Walt Disney, karena anda lah, setiap insan di dunia bisa melihat hiburan yang berkualitas, mendidik dan inovatif. Perjuanganmu akan selalu kami ingat dan kami kembangkan menjadi hal yang lebih baik dari sebelumnya.

Ditulis oleh : Fannara

EMANSIPASI WANITA





Emansipasi wanita di Indonesia dipelopori oleh R.A Kartini , seorang wanita dari keluarga bangsawan yang lahir pada tanggal 21 April 1879. Beliau berjuang dengan gagah berani untuk mengangkat harkat dan martabat kaum wanita pada jamannya, hingga akhirnya kita dapat merasakan hasilnya sampai saat ini. Dahulu, kedudukan sosial seorang wanita sangatlah rendah. Kaum wanita sama sekali tidak diperbolehkan bersekolah dan mengenyam pendidikan. Mereka hanya diperbolehkan untuk diam dirumah orang tuanya, saat berusia 12 tahun mereka harus dipingit, dipersiapkan untuk menikah, dan setelah mereka menikah, mereka hanya bisa diam dan melakukan berbagai kegiatan sebatas tembok rumah saja dengan berbagai aturan yang ditetapkan. Memang kondisi kaum wanita saat itu sangat terpuruk. Mereka diikat dan dibelenggu oleh adanya hukum adat yang sangat kental dan tegas. Hukum adat disana mengatakan tugas seorang wanita hanyalah di dapur dan melayani suami. Mereka tidak dapat memperoleh pendidikan hanya karena hukum adat yang mengatakan seperti itu. Hingga muncullah R.A Kartini yang memiliki sifat kepemimpinan yang kuat, semangat yang tinggi, pengetahuan yang luas yang merasa geram dengan hukum yang ada di sekitarnya. Beliau merasa sedih karena kaum wanita sepertinya tidak diperbolehkan mengenyam pedidikan yang tinggi seperti halnya kaum lelaki. Beliau sangat ingin merubah nasib kaum wanita saat itu.

Saat berusia 12 tahun, setelah tamat sekolah dasar “Europese Lagere School”, Kartini harus menjalani masa pingitan atau yang biasa disebut masa persiapan untuk menikah. Masa dimana beliau harus dilatih untuk mengerjakan pekerjaan rumah, agar kelak beliau dapat mengurus keluarganya dengan baik. Sejak saat itulah hidup beliau yang ceria berubah menjadi kesepian dan hampa. Beliau sudah tidak diperbolehkan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi padahal dalam benaknya, beliau sangat ingin bersekolah dan mendapat ilmu sebanyak-banyaknya. Hidupnya ibarat burung dalam sangkar emas. Hidup dalam rumah yang mewah dan indah dengan kehidupan terpuruk dan tersiksa. Keluarganya sangat memegang teguh adat lama, mereka sama sekali tidak menyetujui keinginan Kartini yang menghendaki adanya perubahan atas kaum wanita. Walaupun keluarganya tidak menyetujui akan hal itu, Kartini tetap berusaha untuk mewujudkan cita-cita luhurnya tersebut. Kartini berpikir, tidak ada gunanya jika beliau hanya menangis dan menyesali akan keadaannya. Hingga akhirnya, Kartini hanya bisa mencurahkan cita-cita perjuanganya dengan membaca apapun yang beliau dapatkan dari ayah dan kakaknya, serta menulis surat pada teman-temannya di Belanda. Beliau sangat rajin dalam menulis surat kepada temannya di Belanda. Isinya mengandung cita-cita luhur terutama untuk mengangkat derajat kaum wanita di Indonesia.  Dalam salah satu surat Kartini kepada Nn. Zeehandelaar (6 November 1899) beliau berkata :

“Engkau bertanya, apakah asal mulanya aku terkurung dalam empat tembok tebal ? sangkamu tentu aku tinggal di dalam terungku atau tempat serupa itu. tetapi bukan ! Stella, penjaraku adalah sebuah rumah besar, berhalaman sangat luas disekelilingnya. Tetapi disekitar halaman itu ada tembok yang amat tinggi. Tembok inilah yang menjadi penjara kami. Bagaimana luasnya rumah dan pekarangan kami itu, bila senantiasa harus tinggal di sana sesak juga rasanya.”

Dalam surat tersebut, Kartini menggambarkan penderitaan perempuan Jawa akibat kungkungan adat, yakni tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki tak dikenal dan harus bersedia dimadu. Bagi kartini lengkap sudah penderitaan perempuan Jawa. Selebar dan seluas apapun dunia. Empat tembok rumah merekalah yang akan menjadi dunia mereka.

Berkat surat-surat Kartini inilah, tahun 1903 didirikan Sekolah Kartini Pertama di Semarang. Hingga pada akhirnya pada tanggal 17 September tahun 1904 R.A Kartini harus menghembuskan nafas terakhirnya. Tepat 4 hari setelah beliau melahirkan anak pertamanya dari pernikahannya dengan Bupati Rembang Adipati Djojodiningrat yang diberi nama Singgih / RM Soesalit.

Perjuangan R.A Kartini tidak serta merta didapatkan begitu saja, butuh proses dan perjalanan yang amat panjang dalam menapakinya. Maka gerakan emansipasi yang telah terbentuk ini telah berjasa besar dalam menghantarkan kaum wanita Indonesia menuju mimbar kehormatan dan gerbang kebebasan. Namun harus dipahami kebebasan disini bukan berati sesuatu yang harus dilebih lebihkan. Kebebasan disini maksudnya ialah kebebasan yang berkualitas, bukan kebebasan 100 % karena walau bagaimanapun, hukum alam telah berkata bahwa memang kaum perempuan tidak bisa disamakan dengan kaum laki-laki, itu semua tergantung kodrat nya masing-masing. Sehingga emansipasi wanita yang tepat adalah memperjuangkan agar wanita bisa memilih dan menentukan nasibnya sendiri tanpa menyalahi kodrat mereka, dan untuk tahap selanjutnya pembekalan agar wanita tersebut mampu untuk menentukan nasib dan membuat keputusan yang sering kita sebut dengan pemberdayaan wanita.

 Realita melintas di tengah-tengah kehidupan modern seperti ini, bahwa wanita tidak lagi dipandang sebelah mata, lebih dihargai dan dihormati. Dewasa ini, tidak dapat ditampik bahwa telah banyak kaum wanita menitih karir , pendidikan bahkan jabatan melebihi kaum pria, yang memang sudah menjadi tuntutan zaman. Namun ini tidak berarti bahwa, kaum wanita harus focus terhadap pekerjaannya dan melupakan kodratnya sebagai seorang wanita serta mengurus keluarganya.

Di Zaman modern seperti ini, tidak dapat ditampik bahwa beberapa kaum wanita telah salah mengartikan adanya emansipasi wanita di Indonesia. Beberapa di antara kaum wanita mengatakan dan berfikir bahwa mereka harus setara dengan kaum adam atau laki-laki dengan melupakan nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya yang diajarkan kepada mereka sejak dini di Indonesia. Seperti pergaulan bebas tanpa batas, berpergian tanpa mahram dan  bahkan ada yang berfikir bahwa menikah adalah sesuatu yang menghambat adanya emansipasi wanita. Bukan ini yang disebut emansipasi wanita. Jika emansipasi wanita dalam hal ini adalah sesuatu yang bebas 100 % tanpa adanya batasan gender wanita ataupun laki-laki maka ini akan menimbulkan berbagai dampak negatif dalam kehidupan seperti :

Timbulnya pengangguran bagi kaum pria, sebab lapangan pekerjaan telah dibanjiri oleh kebanyakan kaum wanita. Tidak heran karena survey membuktikan bahwa wanita adalah makhluk Tuhan yang paling banyak menempati dunia saat ini. Dan kebebasan yang disalah artikan dapat menyebabkan banyaknya kaum wanita yang bekerja dan kaum laki-laki yang menjadi pengangguran. Bukankah kaum wanita adalah tanggungan kaum laki-laki. Jika semua wanita menjadi tulang punggung keluarga bagaimana nasib dan  tanggung jawab seorang laki-laki. Apakah kejadian pada masa lalu akan berbalik pada masa kini dimana wanita menjadi pemimpin dan laki-laki harus berada di bawah dan timbul emansipasi pria ?. tidak mungkin kan?

Dampak lainnya adalah pecahnya keharmonisan rumah tangga, sebab kaum wanita lalai akan tugas utamanya dalam rumah seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah, melayani suami dan anggota keluarga. Akibatnya rumah tanggapun berantakan dan tak terurus. Kemudian keadaan perkembangan anak menjadi kurang terkontrol, lantaran ayah dan ibu sibuk bekerja di luar rumah hingga sang anak di lantarkan dan diurus oleh pesuruh atau pembantu rumah tangga dan kemudian anak kehilangan rasa kasih sayang dari orangtuanya. Sehingga dari celah inilah tumbuh dengan subur suatu keadaan yang dinamakan kenakalan remaja. Selain itu dampak lainnya adalah percekcokan dan perseteruan antara suami-istri dikarenakan suami menuntut pelayanan dari sang istri dengan sebaik – baiknya. Si istri merasa capek dan lelah , lantaran seharian bekerja di luar rumah. Serta terjadinya perselingkuhan yang sering sekali kita jumpai di jaman yang seperti ini. Karena ditempat kerja tersebut, tidak ada lagi larangan bergaul antar lain jenis, dandanan yang menggoda lawan jenis dan lain-lainnya. Bukankah dalam ajaran agama berkata  “dan wanita adalah penanggung jawab di dalam rumah suaminya , ia akan diminta pertanggung jawaban atas tugasnya.”  Maka dari itu kita tidak boleh menyalah artikan Emansipasi wanita dengan mengartikannya sebagai suatu kesetaraan yang benar benar suatu kebebasan 100% tapi kita harus mengartikannya dalam suatu pandangan positif tanpa melupakan kedudukan seorang pria. Di dalam Al Qu’an menyebutkan bahwa “ Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karenanya Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita).” (Q.S An Nisa’ : 34)

Dan didalam ajaran agama lain pun juga mengatakan “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti Tuhan, karena suami adalah kepala istri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat…” (Efesus 5:22-23) serta (Amsal 31) “Istri yang bijaksana akan mementingkan kebutuhan rumah tangga terlebih dahulu, lebih dari keinginan atau ambisi dirinya sendiri”

Dari ajaran-ajaran tersebut dan ajaran kebudayaan , sudah jelas bahwa emansipasi wanita itu dapat berjalan dengan baik, apabila kaum wanita tetap berpegang teguh atas ajaran agama dan ajaran kebudayaan Indonesia yang telah dianutnya. Kaum wanita tetap bisa bebas dalam menentukan nasibnya dalam bermasyarakat. Tetapi hendaknya mereka tetap mengingat kodratnya sebagai wanita.

Adapun kiat-kiat agar pikiran, tanggapan dan presepsi kita tetap sejalan dengan emansipasi wanita yang ada di Indonesia. Pertama, bedakan antara kebebasan dalam artian  100% dan kebebasan emansipasi wanita yang sewajarnya. Dalam hal ini kebebasan 100 % ialah kebebasan yang benar-benar bebas. Kebebasan ini sama sekali tidak membedakan antara wanita dan laki-laki serta kebebasan ini mencangkup hal yang sangat bebas, individu yang dikatakan ‘bebas 100 %’ itu dapat mengenyampingkan tanggungjawabnya sebagai seorang individu karena dia bersifat bebas 100 %, individu yang menganut ajaran bebas 100% adalah individu yang bebas bergerak tanpa ada aturan-aturan lain yang mengikatnya. Sedangkan bebas dalam artian emansipasi wanita yang sewajarnya adalah dimana seorang individu itu dapat bebas melakukan sesuatu, yakni dalam belajar, berpendidikan dan menentukan nasibnya dalam masyarakat tanpa mengesampingkan tanggung jawab dan tugasnya. Dimana tanggungjawab tetap di kedepankan dan ambisi serta kemauan sendiri lebih dikesampingkan.

Yang kedua adalah memperkenalkan batasan – batasan suatu kebebasan dan hak mutlak yang harus di miliki wanita. Sehingga cara ini mampu menfilter kaum mudi (wanita) dari kebebasan tanpa arti, sekaligus menyelamatkan kaum mudi (wanita) dari pengaruh kebebasan 100 % (kebablasan). Dan yang ketiga adalah menamkan suatu prinsip bahwa wanita tidak akan pernah sama dengan pria. Kesadaran wanita akan kodrat, akan mampu mengurangi resiko sebuah persaingan tanpa batas antara pria dan wanita dalam memenuhi peran dan menjalankan berbagai aktivitas. Dan memang, sudah menjadi hukum alam bahwa peranan kaum perempuan tidak bisa disamakan dengan kaum pria.

Maka jadilah seorang wanita yang bermanfaat bagi kehidupan diri kita sendiri dan kehidupan masyarakat. Yang bisa menyeimbangkan antara kewajiban dan hak sebagai seorang wanita. Seperti halnya R.A. Kartini yang dapat menjadi sosok teladan bagi kaum mudi (kaum wanita) pada khususnya dan wanita Indonesia pada umumnya, dalam memperjuangkan hak-hak wanita di dalam kehidupan ini tanpa mengesampingkan kewajiban dan tugasnya sebagai wanita. Sehingga mampu berperan lebih banyak dan lebih bermanfaat bagi kehidupan. Sangatlah tepat ungkapan Anis Matta, Dalam buku “Biarlah Kuncupnya Mekar Menjadi Bunga”. Dalam artian, berikan kesempatan yang sama bagi wanita untuk belajar mengembangkan pengetahuan dan kemampuan.


Ditulis oleh : Fannara