Jumat, 27 Desember 2024

Mengenal Sahabat Nabi Muhammad SAW : Ummu Aiman (Pengasuh Nabi Muhammad SAW)

 


Kali ini, saya akan membagikan catatan saya tentang sahabiyah (sahabat perempuan) Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan Ummu Aiman. Beliau adalah salah satu dari sahabat nabi yang merupakan Pengasuh Nabi Muhammad SAW, hingga Rasulullah SAW menganggap beliau sebagai ibu kedua.



Profil Ummu Aiman :

Ummu Aiman memiliki nama asli Barakah binti Tsa’labah bin Amr bin Hashan bin Malik bin Salamah bin Amr bin Nu’man. Beliau merupakan sosok perempuan berkulit hitam dan berasal dari negeri Habasyah.

Ummu Aiman merupakan hamba sahaya yang tidak berasal dari keluarga terkemuka. Meski beliau adalah seorang hamba sahaya. Rasullullah SAW mengganggap Ummu Aiman sebagai Ibu keduanya setelah Aminah binti Wahab. 

Disebutkan dalam sebuah hadis bahwa Rasul bersabda:   أم أيمن أمي بعد أمي   

Artinya, "Ummu Aiman adalah ibuku setelah (wafatnya) ibuku" (HR. Ibnu Asakir dan Ibn Atsir).

***


Kenapa dikenal dengan sebutan Ummu Aiman?

Ummu Aiman dikenal sebagai Ummu Aiman karena beliau adalah Ibu dari Aiman bin Ubaid. 

Ummu Aiman menikah dengan Ubaid bin Zaid Al Khazraji, kemudian dikaruniai seorang anak bernama Aiman bin Ubaid. 

Setelah suami Ummu Aiman meninggalRasulullah bersabda dalam hadits mursal riwayat Ibn Sa'd dari Sufyan bin Uqbah: 

  من سره أن يتزوج امرأة من أهل الجنة فليتزوج أم أيمن بركة   

Artinya, "Siapa pun yang gembira menikah dengan perempuan penduduk surga, maka menikahlah dengan Ummu Aiman, Barakah."

Akhirnya Ummu Aiman menikah dengan Zaid bin Haritsah dan dikaruniai anak bernama Usamah bin Zaid.

Kedua putra Ummu Aiman adalah anak yang shaleh dan hebat. 

Putra pertamanya Aiman bin Ubaid meninggal syahid dalam perang Hunain. sedangkan Putra keduanya Usamah bin Zaid merupakan panglima termuda. Usamah bin Zaid pernah menjadi panglima perang saat usianya masih 18 tahun. 

Menjadikan Usamah bin Zaid sebagai panglima perang diusia muda tentu membawa keraguan pada sahabat sahabat nabi yang lainnya, tapi dalam The Great Episodes of Muhammad Saw (Said Ramadhan al-Buthy, 2017) : Rasulullah berkata "Jika kalian meremehkan kepemimpinan Usamah bin Zaid, berarti kalian juga meremehkan kepemimpinan ayahnya sebelumnya. Demi Allah, jiwa kepemimpinan telah terpatri dalam dirinya. Demi Allah, dia orang yang paling aku cintai. Demi Allah, Usamah diciptakan untuk menjadi pemimpin,"

***

Bagaimana Ummu Aiman bisa menjadi Pengasuh Nabi Muhammad SAW?

Ummu Aiman sudah mengenal Nabi Muhammad SAW sejak nabi masih kecil. Ummu Aiman menemani Aminah  (Ibu Nabi Muhammad) dan Nabi Muhammad (saat kecil) berangkat ke Madinah untuk mengunjungi bani Najjar yang merupakan keluarga dari Abdul Muthalib. 

Saat perjalanan tersebut, Aminah sakit dalam perjalanan dan meninggal dunia di Abwa. Saat itulah Nabi Muhammad resmi menjadi yatim piatu. Ditengah duka kehilangan ibundanya, Ummu Aiman tetap setia menemani Rasulullah. 

Sepeninggal Aminah, Rasulullah berada di bawah pengasuhan kakeknya, Abdul Muthalib. Beliau sangat mencintai cucunya, dan Ummu Aiman tetap setia mengasuh Rasulullah sejak Aminah meninggal dunia.

Kehidupan Rasulullah Saw. dan Ummu Aiman terkadang juga diselingi gurauan. 

Dalam hadits riwayat Ibnu Abi Dunya diceritakan bahwa Ummu Aiman datang kepada Rasulullah Saw, lalu terjadi dialog berikut:

   فَقَالَتْ إِنَّ زَوْجِي يَدْعُوكَ قَالَ وَمَنْ هُوَ أَهُوَ الَّذِي بِعَيْنِهِ بياض قالت والله ما بعينه بياض فقال بَلَى إِنَّ بِعَيْنِهِ بَيَاضًا فَقَالَتْ لَا وَاللَّهِ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أحد إلا وبعينه بياض   

Artinya: "Ummu Aiman berkata, sesungguhnya suami saya mengundang Anda. Rasulullah pun menjawab, siapa dia? apakah orang yang di matanya ada putih-putihnya?' Ummu Aiman menjawab, Demi Allah, di matanya tidak ada putih-putihnya. Rasul berkata lagi, Iya, sungguh di matanya ada putih-putihnya. Ummu Aiman menimpali, tidak ada, Demi Allah. Kemudian Rasulullah bersabda, tidak ada seorang pun kecuali di matanya ada putih-putihnya.”

***

Kenapa Ummu Aiman menjadi tauladan kita ?

Ummu Aiman adalah sosok wanita yang sabar dan penuh kasih sayang, beliau telah mengasuh Nabi Muhammad SAW. Beliau juga merupakan sosok ibu yang baik untuk kedua anaknya.

Ummu Aiman selain menjadi seorang ibu dan istri yang baik untuk keluarganya, beliau juga merupakan seorang perempuan yang pemberani.

Ummu Aiman senang berjihad bersama Rasulullah SAW. 
Dalam perang Uhud, Ummu Aiman bersama barisan para wanita pemberani ikut serta membatu mengobati orang orang yang terluka dan memberi minum para mujahidin yang membutuhkan air minum (kehausan).
Di Perang Khaibar, Ummu Aiman bersama 20 orang wanita turun ke medan perang bersama pasukan muslimin dan Rasulullah.

Selain pemberani dan penuh kasih sayang. Ummu Aiman adalah seorang wanita yang sangat sabar dan ikhlas. 
Saat perang Mu'tah beliau tidak ikut dalam peperangan. Namun saat perang itu berakhir beliau mendapat kabar bahwa suaminya (Zaid bin Haritsah ra) wafat sebagai syuhada. Mendengar kabar tersebut Ummu Aiman menerima dengan lapang dada, sabar dan mengharap kebaikan dari Allah

Tak berhenti sampai disitu, kehilangan suami tak lantas  membuat Ummu Aiman berhenti membuktikan sabar dan ikhlasnya. Saat Perang Hunain berakhir, beliau menerima kabar duka tentang putra pertamanya yakni Aiman juga meninggal sebagai syuhada. Mendengar hal tersebut, Ummu Aiman tetap bersabar dan mengharap pahala dari Allah SWT. 

Seorang perempuan yang kehilangan anak dan suaminya tetap sabar dan mengharap pahala dari Allah SWT. Ia adalah Ummu Aiman.

Ummu Aiman diberikan umur panjang oleh Allah SWT. Beliau masih hidup saat Rasulullah telah tiada. 

Dalam riwayat dari Anas radhiyallahu anhu berkata
"Abu Bakar ra berkata kepada Umar ra, setelah wafatnya Rasulullah SAW mari kita pergi mengunjungi Ummu Aiman sebgaiman Rasul mengunjungi beliau semasa hidupnya"

Lalu mereka menemuinya dan melihat beliau menangis. 

Mereka bertanya "Apa yang membuat mu menangis? Apa yang disisi Allah lebih baik bagi Rasul-Nya"

Kemudian Ummu Aiman berkata "Aku bukan menangisi beliau karena aku tidak tahu apa yang disisi Allah itu lebih baik baginya shallallahu alaihi wa sallam. 

Akan tetapi aku menangisi beliau, karena wahyu telah terputus dari langit" 

kemudian mereka pun ikut menangis (Ath Thabaqatul Kubra, 2:332-333)

Ummu Aiman menangis karena dengan perginya Rasul maka Al Quran sudah lengkap dan tiada lagi wahyu turun dari Allah pada umat manusia. 

Dijaman Nabi seseorang bisa mengemukakan sebuah perkara untuk meminta solusi atau penyelesaian berdasarkan ridho Allah SWT. namun setelah Rasulullah meninggal maka tugas kita sebagai umat muslim adalah memahami, mengkaji wahyu yang sudah ada. (melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya)

Berdasarkan beberapa sumber, Ummu Aiman ra wafat setelah lima / enam bulan sejak Rasulullah SAW meninggal. (HR Muslim no 2454) 



Wallahu a‘lam.

Semoga rangkuman ini bermanfaat. aamiin. 


Referensi :

Sumber: 

https://islam.nu.or.id/sirah-nabawiyah/ummu-aiman-ibu-kedua-rasulullah-mKF5n

https://islam.nu.or.id/sirah-nabawiyah/ummu-aiman-pengasuh-nabi-yang-dijamin-masuk-surga-GPfKI

https://muslimah.or.id/4799-ummu-aiman-radhiyallahu-anha.html

Sabtu, 21 September 2024

Takut Naik Pesawat? Emang Ada? Yuk Kenalan dengan AEROPHOBIA

      Pernah kah kalian mendengar tentang seseorang yang takut naik pesawat? bahkan terkadang ketika mereka akan naik pesawat ke suatu tempat entah karena liburan atau keharusan, salah satu dari mereka mendadak terkena insomnia (kesulitan tidur) di hari-hari menjelang keberangkatan. Cukup aneh, tapi ini memang kondisi yang sebenarnya memang ada di dunia ini.

Kenapa sih itu bisa terjadi? Yuk kita bahas bersama agar kita saling mengerti !



Istilah takut naik pesawat dikenal dengan sebutan Aerophobia.
Setiap orang memiliki "ketakutan" akan sesuatu, bisa takut miskin, takut tidak bahagia, takut dengan serangga, takut dengan ruang sempit, takut dengan kucing, juga takut naik pesawat. Tidak ada yang aneh dengan ketakutan, karena sesungguhnya kita hanyalah manusia, yang memang wajar untuk memiliki banyak rasa, termasuk takut. Jadi pelajaran pertamanya mari kita belajar memahami peristiwa agar kita bisa saling menghormati dan menghargai perbedaan. Lanjut ...

Aerophobia adalah ketakutan yang berlebihan (ekstrim) terhadap penerbangan, baik dengan menggunakan pesawat atau helikopter. Ketakutan ini umumnya hadir saat diri berada dalam pesawat/helikopter, saat pesawat/helikopter lepas landas ataupun saat mendarat.

Penyebabnya apa? 
Sama seperti berbagai phobia lainnya, banyak hal yang mendasari seseorang bisa merasakan "ketakutan". Bisa karena pengalaman buruk, atau pandangan tentang penerbangan yang traumatis, atau ketakutan pada kematian misalnya, atau bisa juga karena trust issue dengan kemampuan manusia yang bisa menerbangkan pesawat/helikopter? dan lain lain. Setiap individu memiliki latar belakang berbeda kenapa ia bisa merasakan aerophobia.

Bagaimana sih perasaan orang yang sedang mengalami aerophobia?
Dilansir dari situs halodoc.com (referensi nanti penulis tuliskan di bawah)

Orang yang sedang mengalami aerophobia bisa merasakan perubahan sebagai berikut :
  1. Orang tersebut bisa merasakan serangan panik hingga tubuh terasa panas dingin
  2. Emosi yang tidak stabil bisa mengakibatkan seseorang menjadi pusing 
  3. Keringat yang berlebihan (hiperhidrosis)
  4. Palpitasi jantung.
    Apa itu? Palpitasi jantung adalah sensasi yang terasa pada detakan organ jantung yang semakin kencang. Biasanya kita kenal dengan istilah jantung berdebar tidak teratur. 
  5. Mual / Mabuk 
  6. Pada beberapa kasus yang parah, kekhawatiran dan ketakutan tersebut bisa mengakibatkan sesak nafas (Dispnea)
  7. Tubuh gemetar
  8. Ada pula sakit perut / gangguan pencernaan (dispepsia)
Kapan sih? Ketakutan ini dianggap sebagai Aerophobia? dan kapan ketakutan ini dianggap wajar?
Ketakutan dianggap menjadi phobia ketika ketakukan itu sudah dirasa tidak rasional. 
Tidak rasionalnya sejauh mana? Sejauh tidak bisa dianggap normal 😀
Saat seseorang terus memikirkan objek dan situasi yang menakutkan dari penerbangan hingga menghambat aktivitasnya sebagai manusia, contohnya sampai tidak bisa tidur berhari hari, kesulitan makan dll.
Kemudian penderita bisa merasakan ketakutan yang terus menerus (intens) selama enam bulan atau lebih, bahkan tidak menutup kemungkinan akan timbul tingkah laku mencari segala cara untuk menghindari objek dan situasi yang ditakuti tersebut.

Lalu bagaimana kalau diri kita atau orang lain (teman, keluarga, kerabat) memiliki indikasi Aerophobia?

1. Ajak diri atau kolega untuk mencoba mengubah pola pikir kita dengan menghadapi ketakutan itu sedikit demi sedikit.  (Pelan pelan ya guys ya...)

Logikanya, seseorang ketika merasakan takut biasanya terjadi karena pandangan negatif terhadap    sesuatu atau pengalaman buruk yang sifatnya traumatis, sehingga seseorang tersebut berusaha untuk melindungi dirinya, baik di bawah alam sadar atau tidak. 
Hal ini menyebabkan seseorang sekuat tenaga menghindari hal yang ia anggap tidak baik karena dianggap bisa mengakibatkan dampak buruk pada dirinya. 
Maka cara untuk bisa mengurangi anggapan yang sudah terdokrin di kepala, hati dan mental adalah dengan perlahan berusaha untuk menghadapi pusat rasa takutnya dengan tujuan memupuk positivisme (pandangan positif) bahwa "ou ternyata bisa lo tidak berbahaya".

Caranya bagaimana ? Bisa dilakukan dengan memulai mengunjungi bandara, atau melihat pesawat tiba dan berangkat dengan selamat. Bisa juga dengan melihat video-ideo penerbangan di internet atau menambah pengetahuan tentang penerbangan yang aman dan menyenangkan misalnya. 

Tentu hal tersebut dapat dilakukan secara bertahap karena perubahan itu memang terjadi dengan bertahap kalau langsung instan namanya keajaiban. 

2. Perawatan diri.

Perawatan diri ini dapat dilakukan dengan cara mencari informasi atau menambah ilmu pengetahuan tentang bagaimana pesawat atau helikopter dan sejenisnya bisa terbang, bagaimana SOP (Standar Operasional) Penerbangan suatu pesawat atau helikopter, Apa itu turbulensi, kenapa bisa terjadi. bagaimana suara di pesawat bisa mengganggu telinga dan bagaimana tips dan trik dari orang yang sama sama merasakan aerophobia dalam menghadapi ketakutannya. 

Perawatan diri lainnya bisa dilakukan dengan mencoba mengidentifikasi kenapa sih kok bisa diri ini takut banget pada penerbangan. apabila sudah dikenali pikiran negatif itu berasal dari mana, maka langkah selanjutnya berlatih dengan realistis untuk mengatasi pikiran pikiran negatif tersebut. 

Lalu terakhir kita bisa mulai untuk berlatih chill... Apa itu? latihan tenang dan relaks. Bisa mulai belajar teknik pernafasan dalam, visualisasi dan cara relaksasi otot progresif terhadap hal hal yang memicu kekhawatiran dan kecemasan yang berlebihan. sehingga seiring berjalannya waktu dan latihan kita bisa mengontrol rasa takut itu, atau bahkan bisa jadi berani. 

Bayangkan saja kalau kita sudah berani mengatasi aerophobia, maka saat itu kita punya banyak keuntungan. 
Kita bisa pergi jalan jalan naik pesawat lebih jauh, kita bisa punya value lebih ternyata kita bisa mengatasi ketakutan ini, sehingga bukan tidak mungkin kita bisa mengatasi ketakutan dan tantangan tantangan yang lebih hebat di depan kita.

Apakah ada hal yang perlu kita hindari agar tidak memperparah kekhawatiran dari Aerophobia?
Ada, salah satunya adalah hindari yang bisa memperburuk fisik saat khawatir, misalnya kafein atau obat obatan dan alkhohol. Selanjutnya kita bisa berbagi kekhawatiran dengan orang orang yang kita yakini sayang dan bisa mengerti kita (bisa dari teman, anggota keluarga atau teman sebaya), karena mencurahkan isi hati juga termasuk dari usaha relaksasi. 
Jangan bilang ke musuh ya atau orang yang punya indikasi tidak menyukai kita, nanti kita bisa dihina atau diremehkan, bukan malah bikin tenang malah bikin emosi dan mental down. 
Jangan ya dek ya...

Selanjutnya, kita bisa pergi ke penyedia layanan kesehatan untuk mengkosultasikan kondisi kita, sehingga kita bisa mendapatkan insight tentang diri kita. 

Kapan harus ke dokter ?
Saat kamu rasa kamu butuh ke dokter. Saat ketakutanmu bisa mempengaruhi produktifitas dan kesehatan mental, tubuh, diri dan lingkungan. 

Semangat !

Sekian informasi yang bisa penulis beri di bagian Takut Naik Pesawat? Emang Ada? 
Semoga bisa bermanfaat dan menambah ilmu untuk kita semua. 

Kesalahan ada pada penulis, mohon maaf apabila ada salah. 
Apabila ada tambahan atau hal yang dirasa tidak sesuai bisa kita diskusikan di bawah (kolom komentar), dan terimakasih. 

Segala kebaikan berasal dari Allah, semoga kita semua selalu mendapat hal baik yang diridhoi-Nya.
Semoga hari mu menyenangkan... 

Sampai jumpa



Referensi :



Jumat, 22 Januari 2021

Yuk Kenalan sama Gratitude Journal !

Sudah lama tidak pernah bersua di blog ini, terakhir mungkin 3 tahun lalu. 
Hari ini tiba tiba ingin ngeblog karena sudah lama sekali tidak melakukannya. 

Kali ini penulis akan membahas tentang Gratitude Journal. 




GRATITUDE JOURNAL itu apa ?

Kalau dilihat dari susunan katanya sepertinya sudah jelas ya. Gratitude - berarti rasa syukur, tapi apasih arti kata rasa syukur itu sendiri? 

Rasa syukur adalah rasa yang dirasakan hati dan seluruh anggota tubuh tentang karunia Allah. Rasa terimakasih atas sekaga anugerah dan nikmat yang tak terhitung jumlahnya. 
Rasa syukur juga dapat menjadi sinyal bagi kita tentang kesiapan untuk menunjukkan apresiasi (penghargaan) dan membalas kebaikan yang terjadi pada diri. (entah untuk keluarga, teman, diri sendiri dan Pencipta tentunya)

Nah pertanyaannya kenapa si kita harus bersyukur? Ngefek kemana?
Sebenernya semua orang disini pasti tau (aku, kamu) tahu jawabannya. Orang yang menunjukan rasa syukur sebagian besar akan merasa lebih bahagia dengan apapun yang terjadi dalam hidupnya. Mau jalan di terowongan gelap kek, mau cerah benderang, mau ada masalah atau sedang sangat bahagia, rasa Syukur bisa mengontrolmu ke arah lebih baik dan kedamaian. Syukur menjadi lentera kita untuk menunjukan jalan "Positif" yang membuka celah untuk kita merasa lebih bahagia. 

Rasa syukur manfaat nya banyak sekali. Salah satu hal yang sering terjadi adalah meningkatnya kemampuan kita untuk melihat hal positif walau dalam hal buruk (nightmare) yang sedang kita alami.
(bener ga?)
untuk hal baik dalam hidup, rasa syukur juga melatih empati kita untuk lebih bahagia dan membuat orang lain bahagia. Seperti kalimat yang pernah penulis dengar entah dari mana. Energi positif akan lebih cepat untuk menular, sebagaimana energi negatif juga bisa menular. so, Kalau kamu bisa jadi penyebar energi positif, kenapa nggak? iya ga?

Tapi terkadang walaupun kita tau arti dan begitu krusialnya rasa syukur dalam hidup kita. Terkadang, kita sering lupa cara bersyukur, terutama saat kita berada dalam titik terendah dalam hidup. (Iya ga?, karena kita memang diuji untuk melatih rasa syukur di dunia ini)

Menurut Penulis, Syukur dan Ikhlas berbanding lurus. Ketika syukur mu kuat, ikhlas dan keridhoan mu, penerimaan atas keadaan hidupmu akan semakin besar. 
Karena berdasarkan beberapa perasaan dan observasi pribadi, sulit nya rasa syukur ditemukan dari diri karena seseorang sedang tidak dalam keadaan baik baik saja, sehingga ia belum bisa menerima segala apa yang terjadi dalam hidupnya, atau apa yang ada dalam dirinya. 
its normal, tapi hal yang perlu diingat adalah "KITA PERLU MENGINGATKAN DIRI BAHWA SEMUA AKAN BAIK-BAIK SAJA" dan hal itu bisa dilakukan dengan bersyukur,

Remember: Apapun yang terjadi hari ini entah itu sesuai dengan kehendakmu/keinginanmu atau tidak. Its ok. Selalu ada hikmah dari segala hal. dan pilihan Sang Pencipta untuk kita adalah yang terbaik. so enjoy it. 

Itulah kenapa, membuat gratitude jurnal menjadi salah satu cara untuk membantu kita selalu mengingat nikmat dan syukur.


Bergunanya kapan?
Gratitude Journal menjadi berguna pada saat kamu membacanya, saat ada hal baik kamu makin bersyukur atas nikmat sebelum dan sesudah saat ini. Ketika kau membuatnya kamu makin merasa bersyukur karena energi positif yang kamu coba bangun dalam catatan kecilmu atas kehidupanmu saat ini.

Gimana sih cara buatnya ?
Caranya gampang sekali. 

Ambil buku atau kertas, mulailah 15 menit dari saat ini untuk serius melihat hal positif hari ini, atau kalau hari mu tidak sedang baik baik saja. mari tarik nafas, dan disamping itu apa yang membuat kamu bahagia. 

misal :
Tanggal 23/1/2021

Hari ini aku berterimakasih atas :
1. Nikmat nafas, kesehatan, waktu luang yang luar biasa
2. Nikmat tenang dan damai walau besok akan ujian 
3. Bisa diberi kenikmaatan dengan menulis ini untuk selingan belajar semoga bisa berguna

3 Hal yang membuat aku bahagia hari ini :
1. Aku menemukan blog lama ku
2. Aku hari ini bisa lebih produktif dan tidak malas walau pandemi sudah sangat lama membuat ku di kosan selama 9 bulan tanpa pulang. 
3. Aku bahagia karena tubuhku dan pikiranku mau bekerja sama untuk belajar lebih lama dan lebih nyaman dari hari kemarin

Atau kamu bisa tambahkan sesuai dengan apa yang kamu inginkan, misal apa ya yang bisa bikin aku lebih baik esok hari, atau apa pelajaran yang bisa jadi habit kamu untuk di pertahannkan.

Semudah itu, namun berdampak baik sekali.

So tunggu apa lagiii!!!

Ayo membuat Gratitude Journalmu sendiri.
Sisihkan beberapa menit waktu mu untuk menuliskannya setiap hari minimal seminggu / 2 minggu, lalu rasakan apa yang terjadi...


Thank you for reading, Stay Save and Stay Healthy...


Minggu, 10 Desember 2017

TIPS BELAJAR DAN BEKERJA TANPA KOPI


[BIARKAN KOPI MU ISTIRAHAT]

Apakah kamu adalah satu diantara banyak orang yang tak bisa lepas dari kopi? Jika iya, Yey! I got my patner. hahaha ^^ Kamu gak sendiri

Sejak kecil saya suka sekali sama yang namanya kopi, banyak dari teman teman di sekeliling ku mengatakan, selera makan saya hampir seperti orang tua. Its ok! No problem.
Hampir menjadi mindset saya jika kopi adalah cara terbaik menumbuhkan semangat dalam diri. That's the reason why coffee become my hero. haha
Fakta mengatakan bahwa senyawa kafein dalam kopi bisa menjadi perangsam sistem saraf pusat untuk menghilangkan kantuk dan meningkatkan kosentrasi dalam bekerja. and its work for me.

Tapi ternyata kopi bisa mengganggu kesehatan apabila terlalu banyak kita konsumsi misalnya (resah, debaran jantung tak menentu, insomia, diuresis, sampai masalah pencernaan) 
Dua hal diatas (insomia dan debaran jantung tak menentu) pernah saya alami ketika pekerjaan menumpuk datang dan ujian menjelang.

Lalu, tiba saat pikiran baik muncul "Saya harus mengurangi konsumsi kopi"  tapi bagaimana cara konsentrasi tanpa peran sang kopi untuk sementara ?

Ini beberapa tips yang bekerja dalam kasus saya :



AIR MINERAL  

 

Saya sudah mencoba banyak hal untuk membuat saya lebih bersemangat. Awalnya saya mengganti konsumsi kopi dengan teh. (Sama sama kafein) tapi... Its doesnt work. hahaha... Gak ada ngaruhnya sama sekali sama saya. :')

Jadi saya mengganti dengan minum lebih banyak air putih. dan berhasil ! Dalam kasus saya air putih menjadi teman yang cukup ampuh dalam menstimulasi semangat dan konsentrasi ku. Dalam beberapa artikel menyatakan bahwa minum air putih bisa membantu menstimulasi sistem saraf dan membuat kita semakin berenergi. Ini disebabkan karena saat berkonsentrasi pada satu hal, otak kita bekerja dengan maksimal. Oleh karena itu kandungan air dalam tubuh kita semakin lama sekamin menurut hingga dehidrasi timbul dan menyebabkan kinerja otak kita semakin menurun serta kelelahan. Di bagian inilah air membantu kita untuk mencegah kinerja otak yang menurun. And its work !

PENERANGAN MAXIMAL


Alasan utama orang-orang disekitar saya mengonsumsi kopi adalah karena ngantuk! 
Ngantuk + Pekerjaan numpuk + Deadline di ujung tanduk = Biuhh, ngopi aja dulu...
Sudah, sudah kalau ngantuk nya tingkat dewa. Skala mata udah nutup sendiri, pikiran dah burem, gak nyambung sana sini. Solusi utamanya bukan KOPI tapiii TIDUR. believe me.
Minum kopi saat ngantuk tingkat dewa dan dipaksakan hanya bisa menyisakan 2 hal dalam kasus saya: 
1. Ngantuk , Minum Kopi, Langsung Tidur alhasil terlelap gak kerasa sampai pagiii
2. Ngantuk, Minum Kopi, paksa bangun beberapa menit, terjaga ampai pagi, gak bisa tidur lagi, jantung berdebar kaya jatuh hati, keringat dingin tak henti, badan ringan seperti sedang tak menapak lagi. 
Udah, dalam kasus saya, udah kapok de minum kopi saat ngantuk banget. Alternatif terpaksanya yang bisa ampuh bagi saya adalah : 

2Ngantuk, Tidur, Masang alarm (kalau alarm jarang ampuh, ganti nada alarm sama yang gak sering terdengar di telinga) dan bangun dengan sendirinya (selama deadline jadi momok pasti bangun kok asal jangan lupa doa sebelum tidur) kalau habis bangun masih ngantuk, itu namanya males. Buat yang Islam segera wudhu dan shalat malam, kalau yang selain itu bisa gosok gigi, minum air putih dan kalau gak mangsa yaaaaaah..... Kopi lagi.. wkwk

***Kembali ke diskusi kita tentang cara mengistirahatkan kebiasaan ngopi kita. 
Agar tetap bisa konsentrasi saat mengerjakan pekerjaan mepet dan krusial tapi tanpa temen kopi, adalah pastikan tempat kamu terang. Kalau perlu seterang lampu teras, atau keluar ruangan sambil menikmati cahya mentari.


( jangan yang setengah setengah ya.. terangnya yang maximal haha ) 

Data yang saya baca mengatakan, penerangan bisa menjadi stimulan untuk membuat otak tetap terjaga hingga bisa menimbulkan semangat dalam tubuh. Selain terang bisa buat kita lebih teliti, terang juga bisa kita semakin semangat guys. 

Dalam kasus saya, biasanya penerangan dan air putih menjadi makanan wajib kalau pingin konsen tapi gak ngopi. ^^
 

MUSIK

 

Kalau yang satu ini makanan wajib kali ya untuk para insan yang butuh moodbooster . MUSIK. Mendengarkan musik beberapa saat bisa memacu detak jantung dan membuat darah mengalir lebih cepat ke tubuh hingga bisa meningkatkan semangat di dalam tubuh. 

Itu kenapa musik bisa cocok digunakan sebagai pemicu bangunnya otak untuk tidak lupa rileks dalam menjalani beratnya pekerjaan atau kemalasan. wkwk nggak jelas, skip.lanjut

Oh iya, dalam kasus saya. Musik, air putih, Penerangan yang baik plus makanan ringan adalah stimulan menyenangkan selain kopi. ^^
Selanjutnya , 

GAME


Sebenarnya saya gak mau masukin ini , karena takut ada yang protes. Tapi ini bisa jadi jalan ampuh untuk memulai pekerjaan yang serius yang menyita energi banyak. 
Bermain game selama 10-20 menit bisa mengaktifkan kembali otak dan tubuh kita dari fase malas. Selain menyenangkan games bisa meningkatkan energi supaya otak kita "bangun" dan bekerja lebih 2E (Efektif dan Efisien) dengan cara yang menyenangkan.
Ini menjadi cara ampuh bagi saya, tapiiii.... Bagi saya pribadi dalam menerapkan langkah ini harus memikirkan management waktu yang baik. Jangan sampai terlarut dengan permainan dan pekerjaan jadi keteteran. 
Pilihlah game yang tidak bersifat membuat penasaran seperti genre adventure, atau virtual macam the sim, apalagi game gak bisa di pause dan memakan waktu lama +addictive macam Dota dkk. NO NO NO. Jangan coba kalau bukan ahlinya. Sekali lagi jangan ambil game yang bikin ketagihan. (Kamu sendiri yang tahu mana game yang gak bisa di hentikan pemakaiannya dan mana yang hanya killing time tapi "cukup" mengasikan buat bisa "melek") Ok ;)
Coba saja permainan kecil tapi mengasikkan, misal  Minesweepers, Catur atau mainan kecil lainnya luxor dll..

Itu lebih recommend bagi saya.. ^^ 
TERAKHIR TAPI BUKAN AKHIR

TEMEN NGOBROL 



Gak perlu dijelaskan, gak ada yang lebih menyenangkan dari punya temen ngobrol di sekitar kita. 
Apa lagi kalau temen ngobrolnya sahabat atau keluuarga yang asik asik dan menyanyangi kita. 
Di jamin langsung semangat belajar dan bekerja..

Tapi inget jangan lupa manajemen waktunya, jangan sampai keterusan sampai lupa kerjaan.
Karna hanya kamu yang paling mengerti momen prioritas yang perlu ada untuk hidup kamu

Sampai disini tips saya, semoga berhasil .. ^^

 

Minggu, 03 Desember 2017

Belajar Menulis [Part 2] Yono Galau, Kang Mamad Bertuah


Ceritanya hari ini saya mau belajar nulis lagi wkwk.
Kali ini, cerita ini terbentuk akibat dari pesan line saya pada seseorang yang ternyata tidak di balas balas padahal bagi saya penting sekali.
Alhamdulillah sudah di read tapi Alhamdulillah belum dibalas sudah 7 menit berlalu.
Ya sudahlah, makanya untuk mengusir prasangka prasangka buruk saya yang ada di pikiran.
Lebih baik saya ngeblog aja mumpung ada quota dan niat. wkwk
So... Ini cerita kedua saya :

Cerpen : Yono Galau, Kang Mamad bertuah


Ahad itu, Mega merah pertanda magrib datang telah muncul dengan gagahnya. Suara ajakan mendirikan shalat terdengar di penjuru desa. Kala itu, kang mamad juru kunci mushola desa segera mengajak anak-anak kecil yang berlarian di latar mushola untuk segera ambil wudhu dan membuat shaf di belakang dengan rapi sembari mengingatkan “Mengko yen pak ustadz wis shalat, jok rame-rame yo! Yen rame lapor ne aku, mengko ra tak bage-i cemilan bar ngaji”* kata kang mamad dengan mata melotot dan senyum jahat [chuckle].

*translate : Nanti kalau pak ustadz shalat, jangan berisik ya! Kalau ada yang berisik laporkan ke aku nanti gak tak kasih makanan setelah ngaji.

Tapi anak kecil tetaplah anak kecil, alhasil merekapun tetap berlarian kesana kemari saat shalat di laksanakan. Seluruh jamaah mushola yang terbiasa dengan hal ini pun tetap khyusuk melaksanakan shalat jamaah walau ada di antara mereka yang tidak khusuk. Beberapa orang yang tidak khusuk melaksanakan shalat dan tersadar akan ketidak khusukannya sesekali beristigfar dan fokus kembali. Usai shalat, kang mamad berdzikir sebentar lalu beranjak ke latar mushola menemui anak-anak untuk melanjutkan sesi mengaji setelah sebelumnya telah di potong adzan magrib tadi. 
Selangkah demi selangkah, tak sengaja ia melihat pemuda dengan mimik sedih duduk bersandar di mushola, kang mamad yang tidak tahan melihat atau penasaran pun segera menghampiri “Ada apa? Mukamu muram durja gitu” sahut kang mamad. “Ah Kang, aku sedang berfikir. Sulit sekali khusuk shalat kang, tadi 3 rakaat saja, aku mikir aneh-aneh mulu kang. Mana tugas sekolah, mana game dota ku ada event pingin buru-buru main, mana amak masak cumi bumbu santan kesukaanku. Aduh,,, gimana nih kang? Tak benar ini, aku dapat pahala tidak ini kang shalat jamaah? Atau aku shalat sendiri aja lah di rumah?”.

 “haduh, haduh tak benar kamu ini Yon, sudah bagus kamu shalat jamaah, lakukan saja terus, yang salah itu fokus kamu, latihan saja luruskan niat, lama-lama jagolah kamu khusuk dalam shalat. Kalau kamu shalat sendiri, yakinkah kamu bisa khusuk shalat? Kata guru sma ku dulu bapak Buchori, beliau pernah bilang “shalat sendiri itu, setan lebih leluasa menggoda. Tapi kalau shalat jamaah godaannya bisa lebih di tekan, apalagi kelebihannya kita bisa fokus, karena shaf rapat, imam memimpin shalat dan kita fokus bersama” gitu seingatku. Jadi uda bagus lah kamu ini shalat jamaah, hidupkan musholah desa kita ini” jawab kang mamad sembari menepuk pundak pemuda bernama Yono itu.

Yono pun mengangguk “Sudah bagus ya berarti kang, alhamdulillah.. tapi kang dapat pahala tidak aku ini, tiga rakaat pikiranku melayang ke mana-mana. Hiks hiks”. “Haduh-haduh jangan lah kamu masalahkan itu, pahala atau tidak itu urusan Allah, di terima atau tidak itu urusan Allah. Kita cuma melakukan yang terbaik yon. Oh iya, aku juga ingat kata Pak Buchori, waktu kami belajar kitab fathul qarib dulu, beliau pernah bilang sebagai intermezzo sepertinya gini beliau bilang “kalau shalat jamaah itu, kalau ada jamaah tidak khusuk , imam khusuk maka  shalat nya di terima. Kalau ada imam tidak khusuk, jamaah ada yang khusuk, shalat jamaahnya diterima, kalau ada dua-duanya gak khusuk, berjamaahnya diterima” gitu katanya. Jadi sudahlah segera kita perbaiki niat, jangan kau muram-muram gitu. Aku juga sering tak khusuk dan aku juga masih memperbaiki diri, jadi ayo kita istiqomah perbaikin diri sama-sama” ujar kang mamad kebanggaan desa.

“Oke kang, aku mau pulang cepat-cepat kalau begitu sebelum shalat isya dimulai” jawab yono sembari berdiri dan memasang mata berbinar. “ngapain kamu pulang? sini temanin aku ngaji bareng anak-anak sembari nunggu isya” jawab kang mamad dengan persuasive.

Tidak dulu hari ini kang, Aku mau menenangkan pikiran. Cumi kesukaanku belum ku santap . Bahaya kalau nanti isya’ aku kepikiran cumi kang!!” sahut yono

“Dasar kamu ini, ya sudah sana pergi, jangan lupa kamu jamaah lagi nanti kalau sudah adzan isya’ memanggil” timpal kang mamad.

“Oke kang !! nanti ku bungkuskan cumi terbaik mamak untuk akang” sahut yono sembari berjalan

“Tob markotob, ku tunggu kamu disini” sahut kang mamad ceria

“Assalamu’alaikum” teriak yono berpamitan sembari bergegas pulang.

“Wa’alaikum salam wr wb” jawab kang mamad.

Kang mamad pun segera kembali ke tujuan awalnya , hem.. mendisiplinkan bocah kampung yang masih berkeliaran di latar mushola.

“Ayo sini,,, ngaji kita....” teriak kang mamad si jaga kunci mushola kampung.



Inspired by alam pikiran yang mencoba mengusir prasangka atas pesan penting yang belum terjawab. Apabila ada salah kata datangnya dari saya, mohon maaf dan terimakasih sudah membaca coretan saya wkwk

Belajar Menulis [Part 1] Back to that moment



Jadi ceritanya kemarin saya mengikuti seminar kepenulisan yang diadakan oleh organisasi yang saya ikuti di kampus. Dalam seminar kemarin kita diberi tips untuk membuat tulisan dari penggalan pemikiran yang ada di otak kita. 
Nah, karena berhubung sekarang hujan dan jam kuliah yang tentatif semakin membuat kita menjadi korban php. Saya berfikir akan lebih baik kalau waktu semi mengganggur ini saya coba untuk membuat tulisan sebagaimana tips yang diberikan kemarin. 


Jadi dipikiran saat ini ada : Hujan  - Sekolah – Aktivitas pagi


“Tik tik tik” suara riuh hujan terdengar harmonis seirama bersama suara tarian keyboard yang nampak akrab dengan jemari yang tak lentik ini. Beradu, berlari, berlomba, mencoba mendeskripsikan angan tentang tiga hal yang terpaut dalam permainan kata. Memaksa angan untuk terbang melayang ke latar tak biasa. Latar masa sekolah yang bahagia. Ada kisah masa lalu tentang gadis mama dengan aktivitas rutinnya. Hujan mengantarkan jemari lincah tuk bercerita, tentang suara adzan subuh dengan langit temaram dihiasi sinar bulan yang terpancar lelah tuk menyambut mentari datang. Adzan subuh menjadi hal paling sakral dalam dunia sekolahnya, tanda pertama tugas rutin datang, menyincingkan selimut berat, mendengar kloteng kloteng piring dan panci pertanda “dapur memanggil”. Hentakan hentakan kaki di teras pertanda “bangun kan si bangkong ke masjid” dan hembusan angin bersama seretan dedaunan yang menggelitik hati dengan kewajiban kedua “segera bereskan kami dengan sapu lidi”. Haha, rindunya masa itu, ketika masih sekolah.

Ketika bacaan favorit pagi bersurah Ar-rahman telah menyambut semangat gembira, ketika dedaunan telah tersenyum ria dengan familinya dalam tabung biru dekomposer kebanggaan kampung. Saat itu, gas lpj mulai merajuk meminta segera “dipekerjakan”. Alamak! 16 tahun terkadang menjadi scene terhebat dalam urusan “me-ngeng-gan” diperkerjakan, hingga mamak mulai meneriakkan mantra mantra penggetar seperti “Perawan isuk-isuk males! Ndang budal”. Kata perawan seolah menjadi mantra wajib untuk membedakan mana kasta “tetua” dan “pekerja” tentu saja yang muda yang bekerja.

Dengan saksi sandal jepit setia bersama “ledok” sawah depan rumah yang akrab berbincang dengan sol karet. Si gadis mama berjalan menyusuri jalan menuju kompi bahan makanan yang selalu ramai dengan gosip bibi bibi kampung tentang harga cabe yang meningkat atau gosip hangat artis kampung sebelah. “Ah,, mungkin ini yang membuat mamak malas mau belanja” kalimat yang selalu terlintas ketika bibi desa mulai beraspirasi bersama kabar burung kemarin yang tak sabar ia sematkan ke dalam pikiran pendatang baru.

Habis lah waktu berbincang bersama bibi desa, mulailah senyum tersungging bersama sayur hijau dan “ikan benggol” yang tak pernah terlupa di jinjing. Ah.. mata ini selalu nikmat ketika memandang suasana pagi, saat temaram di langit berganti menjadi mega merah yang slalu buat kau yakin “hem.. sudah jam enam”.

Di pertengahan jalan, akan selalu ada gerombolan prajurit lucu dengan pemimpin suku ‘si cuming’ berlari lincah dan mengikuti si gadis. Mengeyong dengan 11 prajuritnya sembari melakukan improvisasi suara 1 , 2, 3 bak paduan suara profesional nan riuh seolah berpesan “ayo cepat jalan, kami sudah lapar.. mana benggol kamiii !! meong, meong...” haha, menarik sekali masa itu. #cuming? Apa kamu masih hidup ?

Belanjaan datang, lpg senang, mamak mulai bermain lincah dengan wajan dan perkakas tercinta sembari si anak bersiap sambut petualangan baru bersama kawan seperjuangan.

Ini kisah tentang hujan yang berakhir dalam celotehan nostagia pagi masa sekolah. 


Wkwkwk gak jelas .. its ok ! :D


Kamis, 09 Februari 2017

Kompetisi Vs Kolaborasi

Kompetisi vs Kolaborasi


     Sekarang adalah masanya persaingan. Dimana pun kita berada kita pasti menemui adanya persaingan. Di rumah [kompetisi dengan saudara membahagiakan kedua orangtua misalnya]; Di lingkungan tetangga [Dinamika rumput sebelah lebih hijau hingga berlomba menghijaukan rumput sendiri misalnya]; hingga di sekolah , lingkungan kerja dan lingkup yang lebih luas lagi adalah antar negara.

       Lalu pertanyaannya "Apakah Kompetisi itu penting?"

    Kebetulan sekali, pagi ini saya sedang tergerak mendengarkan salah satu saluran radio. Disana di bahas tentang tema ini "Kompetisi vs Kolaborasi". Saat itu lah saya mulai berfikir "Aaah benar juga? Kompetisi dan kolaborasi, mana yang lebih penting?" 

    Secara pribadi sebenarnya saya tidak pernah memikirkan ini sebelumnya karena selama hidup saya, saya merasa senang dengan persaingan dan terkadang saya juga menikmati kolaborasi. Tidak ada yang salah dengan dua hal tersebut. Jika dibuat proporsi saya akan mengatakan keduanya penting dengan proporsi 50:50. Karena menurut saya pribadi tidak mungkin kita bisa stabil dengan persaingan seumur hidup sedangkan kita manusia biasa yang nanti kalau kita mati akan butuh bantuan orla untuk dimakamkan, dan tidak mungkin juga kita bisa terus berkolaborasi tanpa persaingan karena kita bakal stagnan di titik nyaman dan jarang menikmati "kenikmatan keberhasilan yang hakiki".  aku sedang berbicara tentang kemenangan ketika kau telah berusaha keras meraihnya saat kau hanya underdog dibanding sainganmu. 

     Tapi usut demi usut saya mulai berfikir saat ada pertanyaan di radio mengatakan "Tapi jika disuruh memilih mana yang lebih dulu penting dimiliki ? persaingan atau kerjasama?" Saat itu saya mulai tertarik dengan arah pembicaraan. Saya lupa siapa yang membawakan acara tapi kalau tidak salah saluran radionya adalah smart fm. 

Hasilnya? Saya sangat setuju. Ini dia kesimpulannyaa : 

Mana yang lebih penting ? Tidak ada. Semua penting 
Mana yang lebih baik diajarkan pada anak anak kita terlebih dahulu? Jawabannya kompetisi.

    Pada dasarnya memang kompetisi adalah penting. Sebagaimana kita yang diciptakan dari kompetisi sperma, seperti itulah kompetisi itu penting bagi manusia. Tanpa kompetisi kita tidak akan bisa lahir ke dunia, Tapi dengan alasan ini tidak ada yang bisa dikatakan lebih penting mana kompetisi atau kerjasama. Why? masalahnya memang kita dilahirkan dari kompetisi tapi hayooo.. Sperma dan ovum bertenu membentuk kita karena apa hayoo? Yap. Kerjasama orang tua kita.

        Tapi, Jika harus ditanya mana yang lebih dulu maka persaingan / kompetisi adalah jawaban yang tepat. Sebagaimana analogi kita lahir. Kita lahir karena kompetisi dan kerjasama. 1. Kompetisi mendapatkan pasangan (lawan jenis) yang dalam artian ibu dan bapak kita. 2. Kerjasama mereka berfertilisasi mendapatkan tujuan bersama yakni buah hati aka kita .3. Persaingan kembali sperma untuk mebuahi ovum dan terakhir kerjasama setiap senyawa untuk mempertahankan morula, blastula untuk berkembang menjadi daging hingga manusia utuh macam kita.

   Atau contoh tentang anak sekolah misanya. Mana yang lebih dulu harus dikenalkan? kerjasama atau kompetisi. Menurut pembicaraan yang sepaham dengan penulis kompetisi adalah penting dalam penumbuhan kemampuan yang identik dengan kemengan pribadi (menjadi pribadi yang lebih baik) selanjutnya saat kita sudah bisa tahu cara mengembangkan diri maka penting ita mempelajari kerjasama demi mecapai kebahagiaan bersama (public victory) karena ingatlah kita adalah manusia yang tidak bisa hidup sendiri. Ibarat anak sekolahan kita harus bisa dulu cara berkompetisi untuk tahu bagaimana kita bisa belajar dengan nyaman sesuai dengan kemampuan kita, bagaimana kita bisa all out untuk kemampuan kita hingga akhirnya kita bisa berkerjasama untuk mebangun bangsa.

     Kalau tidak ada kompetisi ibarat anak sekolah dia akan terus menyontek, saling bekerjasama tanpa bisa melakukan apapa alias jadi follower karna tak mampu berkompetisi. Seperti itulah kompetisi dan kerjasama sama sama penting. Kompetisi penting untuk kita mendapat kebaikan dan kemampuan, sedangkan kerjasama membawa kita ke manusia sesungguhnya (berguna) dengan mendapatkan kebahagian bersama.

     So..Setelah membaca artikel unek unek agak gak jelas ini. Ayolah kita sama sama meningkatkan minat berkompetisi positif dan meningkatkan kemampuan kolaborasi kita dengan arah "memberikan manfaat pada diri sendiri dan orang lain hingga negara".  Karena kompetisi saja bisa bikin orang egois tanpa kerjasama. Kemenangan sendiri / kepuasan sendiri untuk apa kalau tidak berguna / memberi manfaan untuk orang lain (non sense) 

    So yuk sama sama mengimbangkan antara kompetisi dan kerjasama. sebagaimana Vendor dan pemerintah dalam pengadaan barang. Vendor perlu bersaing untuk mendapatkan Price rendah dengan Qualitas optimal. Dan pemerintah perlu berkerjasama mencipta keadilan dengan bebas KKN memilih vendor dengan objektif demi kepentingan bersama (saat kompetisi dan kerjasama bersatu) saat itulah kesejahteraan umum dapat terjaga

    Sebagai penutup, hal yang perlu di garis bawahi adalah Tidak ada yang salah dari kompetisi, yang salah adalah bagaimana cara menyelesaikan kompetisi. Apakah memilih cara sportif atau cara licik karena ketidak mampuan sendiri. Upgrade our-self and Lets be a Rival to be the best of ourself ! and Lets be Team to bring Paradise around the world. 

#Just balbing the unek unek